Sejarah
Tekanan yang meningkat terhadap ekosistem pesisir dan terumbu karang Aceh membutuhkan keterlibatan generasi baru dalam konservasi laut.
Pendiri Ibnu Husada menggunakan pendidikan perikanan dan pengalaman biologi lautnya untuk merespons kerusakan yang memengaruhi terumbu serta masyarakat nelayan tradisional.
Ia mendirikan Aceh Aquatic Youth pada 24 Agustus 2024 untuk menggabungkan edukasi kelautan, konservasi terumbu karang, dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui aksi berbasis sains.
Gerakan ini dimulai dengan membangun kesadaran mahasiswa, kampus, dan masyarakat, kemudian mengembangkan pelatihan ekologi terumbu, monitoring, dan restorasi berbasis komunitas.
Relawan muda kini mendukung nurseri karang dan kegiatan restorasi di pesisir Aceh sambil mempelajari keterampilan pengelolaan jangka panjang.

















